Langsung ke konten utama

Isyarat Angin Malam

Pundung termenung seorang diri
Menikmati sepoi angin malam
Tersayat-sayat luka dalam dada
Tak sanggup kulihat lagi sosokmu


Terombang ambing ditengah lautan
Antara pergi dan tetap bertahan
luka ini bercucur deras
Sedangkan kau berlarian ditepi pantai dengan nya
 
Waktuku terbuang sia-sia
Hanya tuk menyaksikan leluconmu itu?
Kau pikir semuanya itu lucu?
Bagiku itu hal yang amat bodoh

Sungguh ku tak bisa berkata apa-apa lagi
Hembusan nafasku hampir habis
Amat sulit mengucapkan kata selamat tinggal padamu

Andai ku dapat memulung waktu
Takkan ku sia-siakan kesempatan itu
Namun semuanya sudah terlambat

Waktuku sudah habis untukmu
Selamat tinggal wahai bintangku
Cahayamu tetap terang
Walau raga ini tak dapat menjagamu lagi


-Sajak malamku,
Moon.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi

Pamit Untuk Kembali Pamit.... Itu kata terakhir yang kau ucap, dalam jumpa kita. Kuharap kau pamit untuk kembali, bukan pamit untuk beranjak pergi. Hatiku telah kau curi, kelembutanmu yang membuat detik berhenti sesaat. Pesonamu yang membuat diri tak kuasa beranjak, tak bergerak. Kau adalah doa baruku, yang kulangitkan setiap waktu. Menggumpal menjadi titik titik awan, kuharapkan menjelma hujan kenyataan, beserta selaksa hujan kebaikan. Sayangku, Tiada lain pintaku semoga kau jadikan hatiku ini rumah, untukmu selalu rebah, lepaskan lelah. Semoga kau tak pernah tersesat, dan selalu temukan jalan tuk pulang. Sidoarjo, Agustus 2019, kala itu, waktu kau pamit sebelum musim hujan

Hello, I'm Comeback Again! After 3 Years

 Hi my blog, Sudah lama ternyata aku tak mengunjungimu. Maafkan aku ya, baru sempat berkunjung lagi. Karena moodku saat ini sedang ingin menulis Sebagai anak pertama dan cucu pertama perempuan rasanya amatlah tidak mudah bagiku. Harus menjadi contoh serta panutan yang baik untuk semuanya. Do'akan semoga aku mampu dan kuat melewati semuanya ya?:) Supaya aku tidak gagal menjadi contoh kakak dan cucu pertama. Saat ini banyak yang aku selesaikan Untuk membahagiakan serta membanggakan kedua orangtuaku. Terutama tuk menyelesaikan tugas akhirku. Keep Hamasah! AllahSWT Always with me.

Catatan Dietku

Badanku dulu tak begini, entah mulai kapan mengelembungnya, padahal dulu aku bayi imut lho. Gak percaya? percaya aza dech, masa ya harus kulampirkan surat keterangan kenal lahirku. Kalau kata mamaku siy sejak aku gak mau minum ASI lagi. Dan jadi pecandu susu formula yang rasanya manis sekali, makanya aku manis, ia kan? iya saja deh yaa... hehe maksaaa Pas bayi siy lucu chubby, semua gemas mencubit aku, tapi semakin besar aku jadi susah lari dan suka jatuh kalo jalan, tagibug kalo kata abahku almarhum. Tapi pas sd aku ga bgitu gemuk, apalagi pas pindah ke Sidoarjo dari Bekasi, aku sempat kurus lho, meski gak lama, pas masuk pondok di smp lah aku menggemuk. Karena bekalku banyak makanan, juga pondokku dekat indomaret, baru2nya musim indomaret tuh jadi kalo senggang aku sambil ambil uang di atm tadinya eh jadi jajan deh. Pas sma ku juga gemuk karena makanan di kantin sekolahku enak2. Dan teman2ku juga pada hobby ajak jajan. Saat itu tapi aku merasa baik2 saja dan sehat, pa...