Pamit Untuk Kembali
Pamit.... Itu kata terakhir yang kau ucap, dalam jumpa kita.
Kuharap kau pamit untuk kembali, bukan pamit untuk beranjak pergi.
Hatiku telah kau curi, kelembutanmu yang membuat detik berhenti sesaat.
Pesonamu yang membuat diri tak kuasa beranjak, tak bergerak.
Kau adalah doa baruku, yang kulangitkan setiap waktu.
Menggumpal menjadi titik titik awan, kuharapkan menjelma hujan kenyataan,
beserta selaksa hujan kebaikan.
Sayangku,
Tiada lain pintaku semoga kau jadikan hatiku ini rumah,
untukmu selalu rebah, lepaskan lelah.
Semoga kau tak pernah tersesat, dan selalu temukan jalan tuk pulang.
Sidoarjo, Agustus 2019,
kala itu, waktu kau pamit sebelum musim hujan
Pamit.... Itu kata terakhir yang kau ucap, dalam jumpa kita.
Kuharap kau pamit untuk kembali, bukan pamit untuk beranjak pergi.
Hatiku telah kau curi, kelembutanmu yang membuat detik berhenti sesaat.
Pesonamu yang membuat diri tak kuasa beranjak, tak bergerak.
Kau adalah doa baruku, yang kulangitkan setiap waktu.
Menggumpal menjadi titik titik awan, kuharapkan menjelma hujan kenyataan,
beserta selaksa hujan kebaikan.
Sayangku,
Tiada lain pintaku semoga kau jadikan hatiku ini rumah,
untukmu selalu rebah, lepaskan lelah.
Semoga kau tak pernah tersesat, dan selalu temukan jalan tuk pulang.
Sidoarjo, Agustus 2019,
kala itu, waktu kau pamit sebelum musim hujan
Platonic Love..
BalasHapusCinta tanpa sakit hati
Cinta tanpa pamrih
Cinta sebagai kata kerja
Cinta tanpa kecewa
Cinta karena Allah
Hanya Allah yg harus kita cinta di atas segalanya