Pundung termenung seorang diri Menikmati sepoi angin malam Tersayat-sayat luka dalam dada Tak sanggup kulihat lagi sosokmu Terombang ambing ditengah lautan Antara pergi dan tetap bertahan luka ini bercucur deras Sedangkan kau berlarian ditepi pantai dengan nya Waktuku terbuang sia-sia Hanya tuk menyaksikan leluconmu itu? Kau pikir semuanya itu lucu? Bagiku itu hal yang amat bodoh Sungguh ku tak bisa berkata apa-apa lagi Hembusan nafasku hampir habis Amat sulit mengucapkan kata selamat tinggal padamu Andai ku dapat memulung waktu Takkan ku sia-siakan kesempatan itu Namun semuanya sudah terlambat Waktuku sudah habis untukmu Selamat tinggal wahai bintangku Cahayamu tetap terang Walau raga ini tak dapat menjagamu lagi -Sajak malamku, Moon.
Assalamualaikum:) Ahlan Wa Sahlan. semoga coretan blog saya bermanfaat untuk pemirsa:)