Langsung ke konten utama

CERPEN: Separuh Jantung Yang Hilang



RS.Siloam Bandung 1999

“owek…owek…” terngiang-ngiang suara tangisan sepasang bayi kembar mungil dan cantik yang baru saja lahir dari pasangan Ibu Aisyah dan Bapak Yusuf,kedua bayi perempuan kembar tersebut diberi nama Nurrizki Fitriani Adila dan Nurrizka Syafiatul Annindiya yang diberikan oleh pasangan tersebut.

Nama yang sangat islami&indah sekali,mereka ingin pemberian nama tersebut menjadi doa yang terbaik kelak ketika mereka tumbuh besar nanti. Dila merupakan bayi mungil mereka yang memiliki bobot badan yang sangat kecil, yaitu hanya 1.700gram sedangkan Diya merupakan bayi yang memiliki bobot 3,2kilogram,perbedaan berat badan mereka sangatlah berbeda. Sebenarnya dokter memprediksi bahwa hanya 1 bayi yang bisa bertahan hidup lama,sedangkan bayi 1 nya diperkirakan hanya bisa bertahan hidup sekitar 2mingguan,sebabnya karena bobotnya terlalu kecil.



Karena bayi Dila terlalu kecil ia pun dibawa oleh suster kedalam ruang pemanas inkubator bayi selama 3minggu supaya mendapat energi lebih banyak untuk tetap bertahan hidup. Akhirnya Bapak Yusuf dan Ibu Aisyah pun setuju jika bayi Dila dimasukan kedalam inkubator selama 3minggu. Tiba sampai dirumah Bu Aisyah dan Bapak Yusuf pun mulai beraktivitas normal seperti biasa namun,bedanya sekarang ditemani oleh Diya.



3 Minggu kemudian.

Tidak terasa hari pun berlalu cepat,pertumbuhan serta perkembangan Diya pun semakin membaik. Setelah 3minggu didalam ruang inkubator pun Bu Aisyah dan Pak Yusuf pun ditelepon dari pihak rumah sakit untuk mengambil Dila dirumah sakit”Bapak bisa ke rumah sakit sekarang?tanya suster.

Dengan rasa syukur dan bahagia Pak Yusuf menjawab”Baik sus,saya dan istri akan segera kesana” Mereka berdua senang kegirangan mendengar kabar tersebut,akhirnya mereka pun bergegas untuk pergi ke RS.Siloam Bandung.





Namun setelah tiba dirumah sakit Allah berkehendak lain, Diya kehilangan nafasnya setelah tiba dirumah sakit,akhirnya Diya pun dibawa kedalam ruang Instalasi Gawat Darurat untuk memperoleh oksigen,akan tetapi nyawa Diya tidak dapat tertolong akibat serangan lemah jantung yang menyebabkan Diya kehabisan oksigen. karena pas diperjalanan Diya tertidur amat pulas tetapi hembusan nafasnya terhenti tanpa disadari oleh Bu Aisyah saat menggendongnya dimobil.



10 Menit kemudian.

Dokter Fajar meminta maaf kepada Bu Aisyah dan Pak Yusuf karena nyawa anaknya tidak bisa terselamatkan “Maafkan saya bu pak,karena anak bapak ibu tidak dapat terselamatkan” ujar Dokter Fajar mukanya sambil melemas dan merasa bersalah. Pak Yusuf pun terlihat tersenyum tabah sambil menenangkan hatinya Bu Aisyah yang amat terpukul kehilangan 1 putri kembarnya. “nuing…nuing…”bunyi nyaring alaram mobil jenazah yang menyusuri jalanan untuk menuju makam,disepanjang perjalanan Bu Aisyah lemas hamper pingsan melihat mendiang mayat anaknya.



Akhirnya Bu Aisyah dan Pak Yusuf pun memutuskan untuk menguburkan Alm.Diya di makam rumah neneknya didesa yang terletak di Sukabumi. Tersedu-sedu isak tangis terlontar dari Bu Aisyah sambil menggendong si bayi mungil Dila,wajahnya Bu Aisyah pucat sekali karena belum makan sejak siang hari “Bun,ayo kita pulang dulu makan,sejak siang tadi Bunda belum makan loh” kata Pak Yusuf sangat memohon kepada istrinya supaya nurut kepadanya. Kesedihan nya tidak bisa ditutupi oleh apapun,karena Diya dan Dila merupakan sepasang denyut jantung yang dititipkan oleh Allah SWT kepada Bu Aisyah. Sehingga Bu Aisyah amat terpukul ketika merasa bahwa sepasang denyut jantungnya hilang separuh.







5 Tahun kemudian.

Tidak terasa 5 tahun sudah Alm.Diya pergi meninggalkan keluarganya, dan mereka yakin bahwa Alm.Diya sudah tenang disurgaNya. Saat ini Dila sudah duduk dibangku Taman Kanak-Kanak Al-Fadhillah, Ia pun memiliki teman yang banyak dan disenangi banyak orang karena pipinya yang tembam dan menggemaskan disekolahnya pun Ia dikenal sebagai anak yang aktif berbicara  pandai dalam hal bercerita didepan teman-teman nya,apalgi Ia sangat senang saat bercerita tentang pasangan kembarnya tersebut,ya meskipun mereka tidak bisa berdua sekarang.



Bandung,29Agustus 2015

Saat ini ulangtahun nya Dila tepat yang ke 17tahun,dihari ulangtahun nya ini Ia mengunjungi makam kembaran nya Diya di desa neneknya. Ia membawakan rangakian bunga untuk ditabur dimakam tersebut. Terpampang jelas nama NURRIZKA SYAIFATUL ANNINDYA dipapan nama makam, Dila berandai-andai jika kembaran nya bisa hidup supaya Ia tidak sendirian dirumah. Tetapi sekarang Dila sadar bahwa nkmat dan takdir Allah itu akan indah pada waktunya. Kuasa Allah itu amat luarbiasa jika Ia ingat kembali saat Ia lahir dinyatakan sebagai Bayi yang tidak bisa bertahan hidup lama,akan tetapi Allah memanjangkan umurnya hingga saat ini. Ya itulah takdirNya Sang Maha Kuasa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi

Pamit Untuk Kembali Pamit.... Itu kata terakhir yang kau ucap, dalam jumpa kita. Kuharap kau pamit untuk kembali, bukan pamit untuk beranjak pergi. Hatiku telah kau curi, kelembutanmu yang membuat detik berhenti sesaat. Pesonamu yang membuat diri tak kuasa beranjak, tak bergerak. Kau adalah doa baruku, yang kulangitkan setiap waktu. Menggumpal menjadi titik titik awan, kuharapkan menjelma hujan kenyataan, beserta selaksa hujan kebaikan. Sayangku, Tiada lain pintaku semoga kau jadikan hatiku ini rumah, untukmu selalu rebah, lepaskan lelah. Semoga kau tak pernah tersesat, dan selalu temukan jalan tuk pulang. Sidoarjo, Agustus 2019, kala itu, waktu kau pamit sebelum musim hujan

Hello, I'm Comeback Again! After 3 Years

 Hi my blog, Sudah lama ternyata aku tak mengunjungimu. Maafkan aku ya, baru sempat berkunjung lagi. Karena moodku saat ini sedang ingin menulis Sebagai anak pertama dan cucu pertama perempuan rasanya amatlah tidak mudah bagiku. Harus menjadi contoh serta panutan yang baik untuk semuanya. Do'akan semoga aku mampu dan kuat melewati semuanya ya?:) Supaya aku tidak gagal menjadi contoh kakak dan cucu pertama. Saat ini banyak yang aku selesaikan Untuk membahagiakan serta membanggakan kedua orangtuaku. Terutama tuk menyelesaikan tugas akhirku. Keep Hamasah! AllahSWT Always with me.

Catatan Dietku

Badanku dulu tak begini, entah mulai kapan mengelembungnya, padahal dulu aku bayi imut lho. Gak percaya? percaya aza dech, masa ya harus kulampirkan surat keterangan kenal lahirku. Kalau kata mamaku siy sejak aku gak mau minum ASI lagi. Dan jadi pecandu susu formula yang rasanya manis sekali, makanya aku manis, ia kan? iya saja deh yaa... hehe maksaaa Pas bayi siy lucu chubby, semua gemas mencubit aku, tapi semakin besar aku jadi susah lari dan suka jatuh kalo jalan, tagibug kalo kata abahku almarhum. Tapi pas sd aku ga bgitu gemuk, apalagi pas pindah ke Sidoarjo dari Bekasi, aku sempat kurus lho, meski gak lama, pas masuk pondok di smp lah aku menggemuk. Karena bekalku banyak makanan, juga pondokku dekat indomaret, baru2nya musim indomaret tuh jadi kalo senggang aku sambil ambil uang di atm tadinya eh jadi jajan deh. Pas sma ku juga gemuk karena makanan di kantin sekolahku enak2. Dan teman2ku juga pada hobby ajak jajan. Saat itu tapi aku merasa baik2 saja dan sehat, pa...