“Beri Aku Nyawa Sekali Lagi”
by Viana Tiara Islami
Berjalan setapak demi setapak
Menyusuri lembah dalam kesunyian
Kosong hening tak berpenghuni
Bisu lemas terbujur kaku
Gelap sunyi tanpa suara
Semakin dalam semakin takut
Linglung bingung tak karuan
Mulut terkunci sangatlah rapat
Terbelalak tersiksa kesakitan
Terluka bernanah terkelupas
Hilang terpisah tercincang-cincang
Tak bertulang tak berbentuk
Amat pedih rasanya
Tangisan darah bercucuran
Tiada henti mengalir deras
Ingin rasanya kembali
Beri aku nyawa sekali lagi
Komentar
Posting Komentar