Ketahuilah bahwa Allah ta’ala menjanjikan akan
mengangkat derajat orang-orang berilmu dan beriman kepada-nya, hal ini senada
dengan surat al mujaadilah ayat 11.
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan
allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
betapa banyak manusia yang tergiur, silau dan terlena
dengan harta, meraihnya tanpa pernah merasa puas, ketika seseorang merasa
kekurangan, maka ia mencarinya dan setelah tercukupi ia akan
terus menuntutnya sampai tiba ajalnya. begitulah karakter dari sebuah
kehidupan dunia yang menawarkan kegemerlapan dan kemewahan yang tak berujung kepuasan.
makanya ada sebuah untaian doa yang indah “YaAllah aku berlindung dari
(mengikuti) ajakan nafsu yang sejatinya tidak akan pernah memuaskan”
harta benda yang selalu ditumpuk oleh seseorang, pasti
akan meninggalkannya cepat atau lambat dan membiarkan pemiliknya masuk ke dalam
liang lahat. sedangkan para pencari ilmu, ia akan selalu di jalan
allah ta’ala dan menemaninya ketika di dunia sampai dihantarkannya ke
dalam kubur serta membawanya kepada tempat yang dirindukan yaitu surga.
di antara keutamaan manusia berilmu sesuai dengan
petunjuk alquran dan sunnah:
1. dimudahkan jalan menuju surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memuji
para penuntut ilmu di dalam sabdanya.
“barang siapa menempuh jalan guna mencari ilmu, maka
alloh memudahkan baginya jalan menuju surga.” ( HR. Muslim )
2. disejajarkan dalam persaksian dengan para malaikat
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan melainkan dia
(yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang
yang berilmu[[1]] (juga menyatakan yang demikian
itu). tidak ada tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang maha
perkasa lagi maha bijaksana. (qs: ‘ali ‘imran ayat 18)
3. menjadi juru bicara untuk membantah para pendosa.
kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: “di manakah sekutu-sekutu-ku itu (yang
karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang
mukmin)?” berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu:[[2]] “sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini
ditimpakan atas orang-orang yang kafir”, (qs: an nahl ayat 27)
“dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah
orang-orang yang berdosa; “mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat
(saja)”. seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari
kebenaran)[[3]]. dan berkata orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “sesungguhnya
kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan allah, sampai hari
berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak
meyakini(nya).” (qs: ar ruum ayat 55-56)
4. dibukakan pikiran dan mata hati
“dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang)
ayat-ayat kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab
kami), mereka itu memperoleh azab, yaitu (jenis) azab yang pedih. dan
orang-orang yang diberi ilmu (ahli kitab) berpendapat bahwa wahyu yang
diturunkan kepadamu dari tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia)
kepada jalan tuhan yang maha perkasa lagi maha terpuji. (qs: saba’ ayat
5-6)
5. lebih utama dari ahli ibadah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah
bersabda:“keutamaan orang alim atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas
orang yang paling rendah dari kalian” (hr. tirmidzi)
dalam riwayat lain disebutkan:
“keutamaan orang ‘alim atas orang ahli ibadah adalah
seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang-bintang.” [abu
dawud, at tirmidzi, an nasa’i dan ibnu hibban, dan itu sepotong dari hadits abu
darda’]
6. didoakan seluruh penduduk langit dan bumi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“sesungguhnya allah dan para malaikat, serta semua
makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di
lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan
kebaikan (ilmu agama) kepada manusia.” (HR.At-Tirmidzi dan Ath-Thabrani)
7. takut kepada allah ta’ala
sesungguhnya yang takut kepada allah di antara
hamba-hamba-nya, hanyalah ulama[[4]]. (QS: faathir ayat 28)
8. mengetahui hakikat kehidupan yang beragam
dan di antara tanda-tanda kekuasaan-nya ialah menciptakan
langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. sesungguhnya
pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
mengetahui. (QS: ar ruum ayat 22)
9. ilmu lebih utama dari materi
begitu banyak keutamaan ilmu dari harta seperti diutarakan
ibnu qayyim dalam kitabnya al-qiyam miftâhu dâri as-sa’âdah, di antaranya:
1. ilmu warisan para nabi sedangkan harta warisan para raja
(bangsawan).
2. ilmu akan menjaga pemiliknya sedangkan harta dijaga oleh
pemiliknya.
3. harta akan berkurang jika dinafkahkan (jumlahnya)
sedangkan ilmu akan bertambah jika nafkahkan.
4. pemilik harta jika tiba ajalnya akan ditinggalkan oleh
hartanya, sedangkan imu akan masuk bersamanya di dalam kubur.
5. ilmu yang mengatur harta, sedangkan harta tidak mengatur
ilmu.
6. harta bisa didapat orang mu’min dan kafir, orang baik dan
buruk, sedangkan ilmu yang bermanfaat tidak didapatkan kecuali oleh orang
mu’min.
7. orang berilmu dibutuhkan oleh para penguasa, para raja,
dari berbagai kalangan, sedangkan pemilik harta hanya dibutuhkan bagi
orang-orang yang miskin dan yang kekurangan.
8. harta bisa membawa seseorang kepada kesombongan dan
kecongkakan, sedangkan ilmu membawanya kepada ketawadhuan dan ‘ubûdiyyah.
9. kecintaan kepada ilmu dasar setiap ketaatan sedangkan
kecintaan kepada harta (tergila-gila mengejarnya) dasar kejahatan.
10. ilmu akan mendekatkan seseorang kepada
allah ta’ala dan mengabdi kepada-nya, sedangkan harta akan
memperbudak pemiliknya dan menjaukan kepada-nya.
[2]. yang dimaksud dengan orang-orang yang diberi ilmu
ialah: para malaikat, nabi-nabi dan orang-orang mukmin.
[3]. maksudnya: sebagaimana mereka berdusta dalam perkataan
mereka ini, seperti itu pulalah mereka selalu berdusta di dunia.
[4]. yang dimaksud dengan ulama dalam ayat ini ialah
orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah.
Komentar
Posting Komentar